Kejanggalan Sebelum Penyerangan LP Sleman | ..::WorSKAholic..::

You are here:
Home » News » Kejanggalan Sebelum Penyerangan LP Sleman

Kejanggalan Sebelum Penyerangan LP Sleman

 

173804_475

Riyo Rama Baskara, pengacara keempat korban penyerangan misterius Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, mencium aroma kejanggalan dari rentetan peristiwa sebelum pembantaian terjadi. Sebab, sehari sebelum penyerangan, Polda Yogyakarta tiba-tiba memindahkan keempat tersangka pengeroyokan seorang anggota Kopassus dari Rumah Tahanan Polda ke LP Cebongan.

“Rentan waktu dari pemindahan sampai penyerangan cuma 14 jam, sangat janggal,” kata Riyo saat dihubungi Tempo, Senin, 25 Maret 2013. Pihak Polda beralasan, rutan yang mereka miliki tidak layak untuk digunakan. Disebutkan, Rutan Polda sedang akan direnovasi. “Tapi pantauan kami, Rutan Polda tidak rusak, masih bisa digunakan.”

Bahkan, kabar yang ia peroleh, Kepala LP Cebongan juga resah mendapat titipan empat tersangka dari Polda. Menurut Riyo, Kepala LP Cebongan ingin mengembalikan keempat tersangka ke Polda sehari setelah dititipkan. Namun, rencana itu tidak jadi dilakukan karena pada diniharinya penyerangan terjadi. (Baca: Drama 14 Jam Serangan Penjara Cebongan Sleman)

Riyo pun menuturkan, keempat kliennya mengaku aneh dengan pemindahan penahanan mereka. Salah satunya, Juan. Anggota kepolisian itu mengaku pengawalan pemindahan dari Polda ke Cebongan sangat berlebihan.

“Mengawal kami seperti mengawal teroris saja. Sebanyak 15 anggota pengawal bersenjata lengkap,” kata Riyo menirukan penuturan almarhum Juan.

Namun, begitu dititipkan di LP Cebongan, Polda tidak memberikan pengamanan khusus. Tidak ada anggota Polda yang ditinggal untuk menjaga keempat tersangka. Pengamanan sepenuhnya diserahkan ke Lapas Cebongan. “Ini kok terkesan polisi seperti lepas tangan dan cuci tangan.”

Menurut Riyo, usai kejadian Polda tidak melakukan upaya menutup akses keluar-masuk Provinsi Yogyakarta. Menurut dia, jika polisi sigap melakukan razia, kemungkinan bisa menjaring pelaku penyerangan Lapas Cebongan.

Dia pun mengaku tetap akan mendorong polisi mengusut tuntas kasus ini. “Jangan sampai kasus pembantaian ini terlupakan begitu saja.”

Sabtu dinihari, 23 Maret 2013, Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, diserbu belasan orang bersenjata api. Empat tahanan tewas dan dua sipir terluka. Korban tewas adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu. (Baca: Asal-usul Peluru di Penjara Cebongan Sleman)

Keempat korban adalah tersangka pengeroyokan seorang anggota Kopassus hingga tewas. Muncul dugaan aksi penyerangan merupakan tindakan balasan atas kematian anggota Kopassus. Namun, polisi belum merampungkan penyidikan kasus ini.

Kepolisian Daerah Yogyakarta maupun Kepala LP Cebongan belum memberikan tanggapan mengenai kejanggalan yang diungkapkan Riyo.

Sumber : Tempo

     

Leave a Reply to this Post

CommentLuv badge

Mar
27
2013
 
 
..::WorSKAholic..:: Search form
Recent Comments
  • 5 lbs vita: I don’t know if it’s just me or if perhaps everybody else experiencing issues with your...
  • plus stuffing less: Good day I am so thrilled I found your blog page, I really found you by error, while I was...
  • Jasa pembuatan website semarang: Pretty great post. I simply stumbled upon your blog and wanted to say that...
  • GROSIR BAJU PESTA ANAK KARAKTER: No matter if some one searches for his essential thing, so he/she wishes to be...
  • Toren Profiltank: I blog quite often and I seriously appreciate your information. The article has really peaked my...
Family
Friends
Free counters!

PING  |  PING  |  PING