4 Jabatan ini buat SBY bak dewa di Demokrat | ..::WorSKAholic..::

You are here:
Home » Politik dan Hukum » 4 Jabatan ini buat SBY bak dewa di Demokrat

4 Jabatan ini buat SBY bak dewa di Demokrat

 

4-jabatan-ini-buat-sby-bak-dewa-di-demokrat

Dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat akhir pekan lalu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih sebagai ketua umum partai secara musyawarah. Hal ini telah menambah jabatan baru SBY di partai yang didirikannya itu.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, sejak awal sudah mewanti-wanti jika kemelut partai diserahkan hanya kepada SBY seorang, termasuk lewat menjabat ketua umum.

“Menyerahkan kepada SBY bulat-bulat, hanya menjadikan SBY seperti dewa. Untuk jangka panjang tak sehat buat partai,” kata Ray saat dihubungi merdeka.com beberapa waktu lalu.

Kini SBY mempunyai empat jabatan penting di partai. Meski saat KLB SBY sudah mendelegasikan tugas harian di masing-masing jabatan, dia tetap duduk di posisi tertinggi pada jabatan itu. Di samping dia juga masih menjadi orang nomor satu di negeri ini.

Berikut empat jabatan yang membuat SBY seperti dewa:

1. Ketua Umum

SBY terpilih secara musyawarah sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lewat Kongres Luar Biasa (KLB). Terpilihnya SBY ini pun hanya beberapa jam setelah KLB dibuka di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali.

SBY menggantikan Anas Urbaningrum yang sebelumnya mengundurkan diri setelah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang. Menjabat ketua umum, SBY dengan demikian didampingi anaknya sendiri, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang duduk sebagai sekretaris jenderal.

Beberapa pengamat mengkritik, jabatan ketua umum ini sebagai wujud ketidakkonsistenan SBY. Sebab, sebelumnya sebagai presiden SBY selalu mengingatkan para menterinya untuk tidak mementingkan urusan partai. Terlebih, SBY juga menunjuk beberapa menteri dari Demokrat untuk mendelegasikan tugasnya di partai. Untuk ketua harian DPP, SBY menunjuk Syarief Hasan yang juga Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

2. Ketua Dewan Pembina

Sejak Partai Demokrat berdiri tahun 2001, SBY terus menjabat sebagai ketua dewan pembina partai sampai hari ini. Wajar saja, selain sebagai pendiri Demokrat, SBY juga adalah figur sentral di partai itu.

Dalam Anggaran Dasar Partai Demokrat, disebutkan bahwa ketua dewan pembina berwenang: sebagai pengarah dan pembina dalam menjaga nilai-nilai dan ideologi perjuangan partai sesuai dengan visi dan misi Partai Demokrat; menerima laporan berkala dari Dewan Pimpinan Pusat; dan mempunyai mekanisme hubungan kerja dengan DPP yang diatur lebih lanjut di dalam peraturan yang ditetapkan oleh Dewan Pembina.

Karena terpilih jadi ketua umum dalam KLB, SBY lalu menunjuk EE Mangindaan sebagai ketua harian Dewan Pembina. Padahal, di kabinet Mangindaan duduk sebagai menteri perhubungan.

3. Ketua Majelis Tinggi

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat secara ex-officio dijabat oleh Ketua Dewan Pembina. Dengan demikian, belum ada orang yang mengisi jabatan ini selain SBY, sejak Partai Demokrat didirikan pada 2001.

Dalam Anggaran Dasar Partai Demokrat, disebutkan bahwa Majelis Tinggi berwenang mengambil keputusan strategis tentang: calon Presiden dan Wakil Presiden; calon Pimpinan DPR RI dan Pimpinan MPR RI; calon partai-partai anggota koalisi; calon-calon anggota legislatif pusat; calon-calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilihan kepala daerah; dan rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta program kerja 5 (lima) tahun untuk disahkan dalam Kongres.

Karena terpilih jadi ketua umum dalam KLB, SBY lalu menunjuk Marzuki Alie sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi. Seharusnya, Wakil Ketua Majelis Tinggi dijabat oleh Ketua Umum. Namun, karena Ketua Umum dijabat SBY yang sudah menjabat Ketua Majelis Tinggi, maka SBY menunjuk wakilnya.

Penunjukan Marzuki juga diwarnai kritik, karena pria kelahiran Palembang itu juga menjabat sebagai Ketua DPR.

4. Ketua Dewan Kehormatan

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat secara ex-officio juga dijabat oleh Ketua Dewan Pembina. Dengan demikian, belum ada orang yang mengisi jabatan ini selain SBY, sejak Partai Demokrat didirikan pada 2001.

Dalam Anggaran Dasar Partai Demokrat, disebutkan bahwa Dewan Kehormatan berwenang memeriksa, memutuskan dan atau menjatuhkan sanksi atas pelanggaran etika, moral dan pelanggaran terhadap ketentuan organisasi yang dilakukan oleh pengurus partai dan kader partai yang ditugaskan di lembaga eksekutif dan legislatif di tingkat pusat dan propinsi, atas laporan dari Komisi Pengawas atau pihak lain.

Anggaran Dasar juga menyebut Wakil Ketua Dewan Kehormatan dijabat secara ex officio oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat. Namun, tidak jelas siapa yang menjabat Wakil Ketua Dewan Kehormatan setelah SBY menjadi Ketua Umum. Sebab, tidak mungkin SBY menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan sekaligus.

Sumber : Merdeka

     

Leave a Reply to this Post

Apr
1
2013
 
 
..::WorSKAholic..:: Search form
Recent Comments
  • track macros: Hi there! Thhis post could not be written anny better! Going through thiss artcle reminds me of my...
  • carb cycling: Wow, that’s what I was exploring for, what a data! present here at this weblog, thanks admin of...
  • 7 best supplements for mens: Attractive section of content. I just stumbled upon your web site and in accession...
  • broscience.com: Hello would youu mind letting me know which web host you’re working with? I’ve loadded...
  • BroScience.com: It’s realkly a cool and useful piece of information. I am satisfied that you simply shared tuis...
Family
Friends
Free counters!

PING  |  PING  |  PING